Entri Populer

Senin, 23 Januari 2012

KAU BUKAN SEPERTI ANAKU

Dulu sebelum suami ku meninggal aku hidup bahagia,aku mempunyai 4 orang anak,tak ada hal yang paling bahagia lagi rasanya selain berkumpulnya semua anggota keluargaku,selain itu aku juga tak pernah meninggalkan shalat dan selalu berdo,a agar ALLAH selalu memberi rahmat dalam keluarga kami.
suamiku bekerja sebagai pedagang dan aku juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk membantu perekonomian keluarga kami,walaupun kami hidup dalam kemiskinan namun kami selelu bersyukur atas apa yang kami dapatkan.Begitulah kehidupanku semenjak suamiku masih ada di dunia ini,namun sekarang keadaanya berbeda,sekarang suamiku telah di panggil ke surga,tinggalah aku dan ke empat anaku,aku memnghidupi keempat anaku yang masih kecil ini seorang diri,aku hanya bekerja sebagai seorang pembantu,namun tekatku anakku harus tamat sekolah sekurang-kurangnya SMA sederajat,itu aku lakukan karena aku tak mau anaku hidup susah sepertiku ini,dan aku sangat berharap banyak kepada semua anaku kelak di masa tua ku.Setiap hari aku berdo,a agar ALLAH SWT. selalu memberikan jalan dan semua keinginanku untuk semua anaku tercapai.Halangan demi halangan aku lalui,segala caci dari orang aku menanggapinya dengan senyum karna tidak ada gunanya bagiku untuk melawan,toh hanya menjadi penghambat cita-citaku.Namun walaupun aku tetap tersenyun di semua permasalahan,didalam hati ini sangat takut jika anaku terlantar dan tidak sekolah.Mungkin karena ketulusanku menjalani semua ini akhirnya aku berhasil mencapai keinginanku itu semua.

    Sekarang semua anaku telah tamat SMA sederajat,dan masing-masing telah mencari pekerjaan di luar sana.aku begitu senang dan bersyukur atas jalan yang di berikan ALLAH kepadaku.Namun walaupun mungin aku bisa hidup dengan pencarian anaku sekarang,aku tidak pernah memikirkan untuk berhenti bekerja dan tidak pernah terfikir sedikitpun untuk berharap dari pencaharian anaku,karna aku tak mau menyusahkan anakku biar lah mereka yang memberi semampu mereka.Sekarang anaku telah bekerja di luar kota
tinggalah aku denngan anak bungsuku yang perempuan,sekarang anak bungsuku juga bekerja di sebuah PT,setelah beberapa bulan aku pisah dengan anak-anaku aku pun merasakan kerinduan yang dalam terhadap semuanya baik dari suamiku dan anaku.aku mulai menghubungi mereka satu persatu,namun jawaban mereka hanya "maaf ma,,aku lagi sibuk kerja"namun aku memaklumi mereka semua mungkin mereka sedang sibuk dan tidak mau di ganggu,aku pun segera mematikan telfon dan berharap agar mereka menelfonku nanti,karna aku yakin sekali mereka juga sangat rindu denganku.sekian hari aku menunggu telfon dari anak-anaku aku namun tak ada satupun yang menghubungiku aku mulai reah dan menceritakan semua ini dengan anak bungsuku sambil menangis,untungklah anak bungsuku bisa ,meredakan semua kesedihanku dan aku kembali menjalani kehidupanku sebagai seorang pembantu rumah tangga,namun hati ini masih sedih dan setiap hari aku selalu menangis dirumah sambil memegang foto-foto anaku.hal itu aku rasakan hingga ketiga anaku itu berkeluarga kecuali anak perempuanku yang bungsu.

       Ketiga anak laki-lakiku itu ekarang sudah berkeluarga dan memiliki anak,tentu mereka akan akan lebih sibuk dengan keluarganya,namun aku tetap masih berharap agar kelak dimasa tua ku aku bisa berkumpul bersama keempat anaku dan cucu-cucuku.Tak terasa sekarang umurku sudah semakin tua aku sudah lelah bekerja,akupun sudah berhenti bekerja dan mengharapkan hidup dengan anak bungsuku,karena ketiga anak laki-lakiku tak pernah mengirimkanku uang sama sekali,namun aku tidak pernah mengeluh dengan apa yang terjadi,aku hanya bisa berdo,a semoga saja aku menemukan jalan kebahagiaanku.saat itu aku selu dirumah memasak untuk anak bungsuku,sepulang dia bekerja aku sangat senang karena dia sangat lahap sekali menyantap masakan yang telah aku sediakan untuknya,aku sibuk mengurusi anaku yang bungsu sekarang karena aku merasa segan karena telah hidup di atas pencarianya.

   Setelah sekian lama,akhirnya petaka mulai mendatangiku...........
berawal dari anak bungsuku.Malam itu aku mendengarnya menelfon dengan seorang laki-laki,padahal waktu itu sudah sangat larut malam sehingga aku khawatir dia telat masuk kerja besok,namun hati ini tak tega untuk melarangnya.Keesokan harinya aku bicara dengan anak gadisku itu,lalu dia mengaku kalau itu adalah pacarnya,aku menasehatinya agar jangan terlalu sering menelfon hingga larut malam,nanti kamu telat masuk kerja nak,,tegasku kepadanya,namun dia malah merespon dengan begitu lantang dan berkata "itu kan bukan urusan ibu"saat itu aku sedih mendengar kata-katanya karena tak biasanya dia seperti itu.Dimalam berikutnya aku tetap saja mendengarkan dia menelfon larut mnalam,kali ini aku marah denganya,aku memberikan pengarahan kepadanya,namun dia kembali membentaku.aku hanya diam dan menangis,beberapa saat setelah itu dia tiba-tiba berkemas dan pergi begitu saja,setelah aku slidiki ternyata dia di hasut oleh temanya untuk kabur ketempat pacarnya,dan dia pun termakan hasutan itu.akhirnya tinggalah aku sendiri dirumah dengan cadangan uang hanya Rp.2500 di dompet ini,aku tak tau harus bagaimana dan mau makan apa besok,aku tak menyangka anaku sekejam itu padaku,padahal dulu aku sangat menyayanginya begitupun dengan dia.
Saat itu aku mulai panik,hanya seminggu aku bertahan dirumah itu dan pada akhirnya aku pergi meminjam uang untuk mencari semua anaku yang entah diamana,hanya nomor phonsel mereka yang aku tahu.

       Sekian lama aku mencari anaku,tak kunjung bertemu,selama aku mencari anaku tak sedikit pengalaman yang aku lalui,mulai dari tidur dijalan,mengutip bawang,bahkan aku sempat di sangka orang gila karena keadaanku yang tak senonohg lagi,aku tak pernah mandi,rambutku yang penuh uban dan panjang dankusut tak pernah aku basahi lagi,aku sudajh seperti orang yang tidak waras,hingga aku pernah sepuluh hari tidak makan dan 3 hari tidak minum.Mau bagaimana aku tak punya uang sepeserpun.aku sudah tua renta namun kaki ini masih tetap kuat berjalan untuk mencari anaku yang entah dimana keberadaanya,
tak lama setelah itu aku berjumpa dengan anaku yang pertama,aku bersyukur pada ALLAH SWT. akhirnya aku juga dipertemukan dengan 1 dari 4 anaku,namun ssesampainya disana bukanya kaget melihat keadaanku yang bau dan kumuh ini malah dia menyambutku dengan muka yang tidak enak,namun dia juga mempersilahkan aku masuk,saat itu dia tinggal dengan istrinya,menantuku itu sangat benci kepada aku entah apa sebabnya,aku selalu dimarah-marahinya selama aku tinggal disana,dan tak ada pembelaan sedikitpun dari anaku,mungkin dia sudah tak menganggapku ibu lagi.aku selalu menghabiskan hariku dengan menangis,dan akhirnya aku pergi dari san karena tak tahan dengan perlakuan keluarga anaku,aku kembali berjalan kerumah anaku yang kedua karena kau sempat menanyakan rumah anaku yang kedua kepada anaku yang pertama tadi,sesampai disana kejadian yang sama juga aku dapatkan,aku juga tak dianggap dan tak dipedulikan
aku tak menyangka semu anaku mengapa begini,tak ada lagi yang aku harapkan,semua sudah hancur.
Aku sudah tak di anggap lagi,dan akhirnya aku pergi dan kembali berjalan tampa tujuan.

      Aku kembali menjadi pembantu rumah tangga selama 6 tahun dengan 3 anak muda yang bekerja sebagai variasi mobil,hanya 6 tahun aku bertahan dan kemudian pergi lagi,aku tak tau apa yang harus ku lakukan,aku semnakin tua semakin lelah sementara anak-anaku tak ada satupun yang memperdulikanku,aku selalu menangis dan menangis hal yang terpedih yang aku rasakan adalah dari anak ke tiga ku,awalnya aku menelfonya dan bertujuan untuk menjenguknya ke tempatnya,saat itu dia sangat mempersilahkan aku kesana,dan diapun sempat bercerita kepadaku bahwa dia telah bercerai dengan istrinya,saat itu aku sangan prihatin dengan anaku,aku berusaha mencari kerja untuk modal pergi ke tempat anaku yang telah diberikanya alamat kepadaku,saat itu aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah rumah yang dihuni oleh seorang ibu dan anaknya,baru saja 3 hari aku bekerja aku merasakan kecemasan kepada anaku ketiga ku itu,dan kemudian aku kembali menelfonya dan menanyakan apa kabarnya,dan akupun mengatakan kalau aku akan kesana setelah aku menerima gajiku bulan ini,namun tak aku sangka dia berkata "mama kan sekarang sudah bekerja,sekarang mama kerja aja dulu,cari uang yang banyak,setelah uang mama terkumpul baru mama kesini dan aku akan mendirikan usaha kecil-kecilan disini"sentak kaget aku mendengar kata-kata nya yang begitu kejam itu,bukanya mengkhawatirkan keadaan aku disini,bukanya menanyakan dengan apa aku hidup selama 6 tahun ini,malah aku diperintahkanya untk bekerja dan mencari uang untuk modal usahanya,dimana letak perasaan seorang anak kepadaku,padahal aku sudah tua renta,aku sudah lelah,mendengar kata-katanya itu aku mengurungkan niatku untuk pergi ketempatnya,aku menangisi semua perlakuan anaku,ternyata dunia ini kejam.

   Sekarang aku menghabiskan masa tua ku dengan kesedihan,apa yang harusnya aku dapatkan dari anak-anaku sudah tak pantas aku harapkan lagi,hanya air mata yang selalu menemani maa tua ku,hanya do,a yangb selalu aku sampaikan agar suatu saat semua anaku sadar dan menjenguku.
aku lelah,aku ingin mati,bahkan jika sekarang aku mati,mereka tidak akan tau.
namun yang aku harap semoga saja mereka masih bisa berjumpa denganku dalam keadaan hidup


                                *Kisah nyata dari seorang pembantu yang berasal dari sumatra barat*
                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar